Istiyah
adalah seorang wanita yang terlahir dari pasangan suami istri yang bernama
Sarto dan Sopiyah. Dia lahir di Magelang, 20 Agustus 1965. Dia merupakan anak
keempat dari tujuh bersaudara. Mereka tinggal di Sambung Kabupaten Magelang.
Pada masa kecilnya dia bersekolah di SD Negeri Jambewangi selama 6 tahun.
Setelah lulus dari SD kemudian dia melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Secang
dan selanjutnya di SMA Adiyawacana. Setelah menyelesaikan pendidikan hingga
jenjang SMA dia melanjutkan kuliah di UNNES (D3) dan UST (S1).
Ketika
masih sekolah, dia sering membantu orang tuanya. Dia suka menyimpan uang untuk
membantu biaya kehidupannya ketika dibutuhkan. Selain dirinya, saudara-saudaranya pun juga ikut membantu. Ketika dia akan mengikuti kegiatan wisata di
Bali yang diadakan oleh sekolahnya, dia segera meminta izin kepada orang tuanya
dan tak lupa untuk meminta uang saku pada ibunya. Ibunya menyuruhnya untuk
mengambil uang di dompet yang disimpan di dalam lemari. Ketika dia membuka
dompetnya ternyata didalamnya tidak terdapat uang sedikitpun. Dia merasa
terharu dengan ibunya walaupun tidak mempunyai uang tetapi tetap bersikap
seperti orang yang mempunyai uang dan santai. Adik bungsunya mengetahui
kejadian tersebut dan segera memberikan uang tabungannya untuk dia. Diapun menerima
uang tersebut. Lalu dia berangkat wisata ke Bali dan tak lupa untuk membelikan
oleh-oleh untuk adiknya yang sudah meminjamkan uang untuknya.
Di
usianya yang ke 32 tahun beliau memutuskan untuk menikah dengan seorang pria
bernama Sugeng dan dikaruniai tiga bayi perempuan. Setelah menikah kini beliau
hidup bersama suami dan anak-anaknya di Sekaran Banyurojo Mertoyudan. Anak
pertamanya dinamai Annissa Nur Sofia yang sekarang akan segera melanjutkan
kuliah di UNY. Anak yang kedua bernama Amelia Nur Rizki saat ini masih kelas 1
SMA dan anak terakhirnya bernama Nuzi Wulan Suci yang masih duduk di bangku
SMP. Kini beliau bekerja menjadi seorang guru di SMP Negeri 1 Secang. Dengan
usahanya beliau dapat membiayai sekolah anaknya hingga kuliah.
Istiyah
selalu berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu berbuat baik kepada semua
orang. Beliau menginginkan anaknya menjadi orang sukses, selalu bersyukur
kepada Allah dan selalu berkata jujur. Selain itu beliau juga menyuruh anaknya
menyisihkan uang untuk bersedekah. Jadi dengan bersedekah kita akan selalu
diberi kemudahan oleh Allah.
