Sabtu, 20 Mei 2017

LIKA - LIKU KEHIDUPAN ISTIYAH



Istiyah adalah seorang wanita yang terlahir dari pasangan suami istri yang bernama Sarto dan Sopiyah. Dia lahir di Magelang, 20 Agustus 1965. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Mereka tinggal di Sambung Kabupaten Magelang. Pada masa kecilnya dia bersekolah di SD Negeri Jambewangi selama 6 tahun. Setelah lulus dari SD kemudian dia melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Secang dan selanjutnya di SMA Adiyawacana. Setelah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA dia melanjutkan kuliah di UNNES (D3) dan UST (S1).

Ketika masih sekolah, dia sering membantu orang tuanya. Dia suka menyimpan uang untuk membantu biaya kehidupannya ketika dibutuhkan. Selain dirinya, saudara-saudaranya pun juga ikut membantu. Ketika dia akan mengikuti kegiatan wisata di Bali yang diadakan oleh sekolahnya, dia segera meminta izin kepada orang tuanya dan tak lupa untuk meminta uang saku pada ibunya. Ibunya menyuruhnya untuk mengambil uang di dompet yang disimpan di dalam lemari. Ketika dia membuka dompetnya ternyata didalamnya tidak terdapat uang sedikitpun. Dia merasa terharu dengan ibunya walaupun tidak mempunyai uang tetapi tetap bersikap seperti orang yang mempunyai uang dan santai. Adik bungsunya mengetahui kejadian tersebut dan segera memberikan uang tabungannya untuk dia. Diapun menerima uang tersebut. Lalu dia berangkat wisata ke Bali dan tak lupa untuk membelikan oleh-oleh untuk adiknya yang sudah meminjamkan uang untuknya.

Di usianya yang ke 32 tahun beliau memutuskan untuk menikah dengan seorang pria bernama Sugeng dan dikaruniai tiga bayi perempuan. Setelah menikah kini beliau hidup bersama suami dan anak-anaknya di Sekaran Banyurojo Mertoyudan. Anak pertamanya dinamai Annissa Nur Sofia yang sekarang akan segera melanjutkan kuliah di UNY. Anak yang kedua bernama Amelia Nur Rizki saat ini masih kelas 1 SMA dan anak terakhirnya bernama Nuzi Wulan Suci yang masih duduk di bangku SMP. Kini beliau bekerja menjadi seorang guru di SMP Negeri 1 Secang. Dengan usahanya beliau dapat membiayai sekolah anaknya hingga kuliah.


Istiyah selalu berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu berbuat baik kepada semua orang. Beliau menginginkan anaknya menjadi orang sukses, selalu bersyukur kepada Allah dan selalu berkata jujur. Selain itu beliau juga menyuruh anaknya menyisihkan uang untuk bersedekah. Jadi dengan bersedekah kita akan selalu diberi kemudahan oleh Allah.

4 komentar:

  1. Terima kasih. HaRUS ada FOTO tokoh. Kata ganti untuk tokoh sebelum menikah gunakan namanya --Istiyah atau dia. Kata ganti "beliau" digunakan setelah tokoh memasuki dunia rumah tangga

    BalasHapus
  2. Ya sama-sama pak. Itu sudah saya benarkan dan sudah ada fotonya. Tolong dicek lagi ya pak...
    Makasih

    BalasHapus
  3. Yo, matur nuwun. Tetap setia kecil tulisannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya pak... Tulisannya sudah saya besarkan ukurannya
      punya saya kok belum dicentang pak? saya kan udah selesai semua

      Hapus